Sesi kelima yang dilanjutkan dari Majelis Lingkungan Hidup Perserikatan Bangsa-Bangsa Bersatu (UNEA-5.2) akan diselenggarakan di Nairobi, Kenya, dari tanggal 28 Februari hingga 2 Maret 2022. Pada pertemuan tanggal 2 Maret, “Resolusi Akhiri Polusi Plastik (Draf)” telah disetujui. Resolusi yang mengikat secara hukum ini bertujuan untuk memajukan proses global dalam menangani polusi plastik.
Di Sidang Umum, para kepala negara, menteri lingkungan hidup, serta perwakilan lain dari 175 negara menyetujui dan menandatangani resolusi tersebut, dengan harapan membentuk komite negosiasi antarpemerintah guna mencapai suatu perjanjian internasional yang mengikat secara hukum pada tahun 2024, yang mencakup seluruh rantai produk plastik—mulai dari produksi, desain, daur ulang, hingga pengolahan, dan sebagainya.
Polusi plastik telah menjadi salah satu sumber pencemaran lingkungan yang paling penting. Menurut statistik dari Program Lingkungan Hidup PBB, produksi plastik dunia melonjak dari 2 juta ton pada tahun 1950 menjadi 348 juta ton pada tahun 2017. Jika tidak ada tindakan segera, dampak buruk polusi plastik akan semakin meluas. Ketua konferensi, Menteri Lingkungan Hidup Norwegia Espen Barter Ed, menyatakan, “Jika plastik dimasukkan ke dalam sistem ekonomi sirkular, plastik dapat didaur ulang sepenuhnya, dan kini saatnya mengeluarkan resolusi yang mengikat secara hukum untuk mengakhiri krisis polusi plastik.”
Berbagai merek besar seperti Nestlé, Coca-Cola, Mondelez, Frasers, dan Unilever telah meluncurkan aliansi baru, MAREA (Malaysian Recycling Alliance Berhad), yang bertujuan menangani masalah kemasan makanan dan minuman berbahan plastik di Malaysia.
MAREA merupakan asosiasi sistem tanggung jawab produsen yang diperluas pertama di Malaysia dan saat ini diketuai oleh Juan Aranols, CEO Nestlé Malaysia. Aliansi baru ini berharap dapat meningkatkan tingkat daur ulang kemasan plastik di Malaysia hingga 25% pada tahun 2025, setara dengan mendaur ulang 2 megaton kemasan plastik.
Anggota MAREA saat ini mencakup merek-merek FMCG terkenal di Malaysia—Coca-Cola, Colgate-Palmolive, Dutch Lady, Etika, Frasers, Mondelez, Nestlé, Spritzer, Tetra Pak, dan Unilever yang luar biasa.

